Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

featured-content

TUJUAN HIDUP MANUSIA



TUJUAN HIDUP MANUSIA

MAKALAH
Diajukan untuk memenuhi tugas
Mata Kuliah Filsafat

Oleh
MUKHLIS
531202845




FAKULTAS ADAB ILMU PERPUSTAKAAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
AR-RANIRY BANDA ACEH
2013



KATA PENGANTAR

Segala puji  dan syukur kepada Allah SWT. Semoga kita semua selalu mendapat rahmat-Nya. Salawat dan salam kita persembahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW beserta segenap keluarga dan sahabat-sahabat belaiau. Kami bersyukur atas petunjuk dan hidayah Allah SWT pada akhirnya berhasil juga menyusun makalah yang berjudul “TUJUAN HIDUP MANUSIA” makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Filsafat umum.
Makalah ini dapat dijadikan sebagai bahan bacaan tentang tujuan hidup manusia. Sepanjang pengamatan penulis yang pendek ini, makalah yang khusus menguraikan tujuan hidup seseorang . Makalah ini ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah Filsafat umum.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Dosen kami yang telah membimbing dan semua pihak yang telah ikut berpartisipasi untuk selesainya makalah ini, semoga Allah SWT membalasnya dengan pahala yang belipat ganda. Kami menyadari bahwa keseluruhan uraian di dalam makalah ini masih jauh dari sempurna, karena itu kami akan terus memperbaikinya. Saran dan kritik yang bersifat perbaikan dan penyempurnaan akan diterima dengan segala senang hati.
Akhirnya kepada Allah SWT kita berserah diri semoga apa yang kita lakukan ini ada manfaatnya.

Banda Aceh, 25 Juni 2013

Penyusun







Daftar Isi

Kata Pengantar.............................................................................................................. ...... i
Daftar isi......................................................................................................................... ...... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1.   Latar Belakang................................................................................................ 1
1.2.   Rumusan Masalah..................................................................................... ...... 2
1.3.   Tujuan Penulisan....................................................................................... ...... 2
1.4.   Manfaat............................................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1. Perjalanan Manusia Selama Hidup dan Tugas-Tugasnya......................... 3 
2.2. Manusia dan Tujuan Hidupnya                                                               ...... 5
2.3. Langkah Agar Kita Mencapai Hidup Yang Maksimal............................... 7
BAB III PENUTUP
                            3.1Kesimpulan............................................................................................... ...... 10
                           3.1  Saran............................................................................................................... 11
Daftar Pusaka....................................................................................................................... 12     

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Ada sebuah ungkapan yang menyatakan; “Orang bodoh hidup untuk makan, namun orang bijak makan untuk hidup.” Lantas apakah tujuan hidup orang bijak, apakah hanya untuk bertahan hidup. Padahal kehidupan bukanlah akhir dan tidak dapat mengakhiri dirinya sendiri, lantas apa tujuan hidup ini. Para ahli fikir merumuskan masalah ini dengan 3 pertanyaan dasar; Darimana, kemana, dan mengapa. Artinya, saya darimana, akan kemana, lantas mengapa saya ada disini.
Banyak orang tidak pernah berhenti mempertimbangkan apakah arti hidup itu, mereka memandang ke belakang dan tidak mengerti mengapa relasi mereka berantakan dan mengapa mereka merasa begitu kosong walaupun mereka telah berhasil mencapai apa yang mereka cita-citakan.
Jika sekarang diibaratkan kita sedang berjalan di tengah hutan belantara yang gelap gulita, maka tujuan hidup kita bagai lentera yang sinarnya berkilau dari kejauhan. Dengan susah payah kita akan menuju lentera itu karena hanya itu yang kita lihat. Kita tidak peduli dengan apa yang menghadang di depan kita. Ada kalanya kaki kita tertusuk duri atau tersandung batu, namun kita terus melangkah. Ada kalanya kita terperosok ke dalam jurang, namun kita akan naik lagi dan terus melangkah. Ada kalanya tiba-tiba tembok yang tinggi menjulang berdiri kokoh di hadapan, namun kita akan tetap memanjat dan melewatinya. Setelah melihat sinar lentera itu, kita terus menuju ke arahnya.
Dengan perjuangan yang panjang, akhirnya kita dapat mencapai lentera itu. Setelah lentera ada di tangan, kita pun melihat cahaya lentera lain yang kilau cahayanya lebih besar. Dengan diterangi lentera tadi, kita melanjutnya perjalanan menuju ke arahnya, begitu seterusnya sampai akhirnya menuju ke sumber dari segala sumber cahaya, mencapai pencerahan jiwa dan mengetahui hakikat hidup yang sesungguhnya untuk kemudian menggapainya.
Tanpa cahaya lentera, kita tak bisa melihat apa-apa, yang ada hanya kegelapan. Tanpa cahaya lentera, kita tak akan tahu harus melangkah ke mana. Tanpa cahaya lentera, kita akhirnya akan berjalan dalam kehampaan dan hanya menunggu waktu tubuh ini lapuk dimakan usia sebelum akhirnya mati menyatu dengan tanah.
Dalam kehidupan ini Tuhan pencipta alam adalah lentera itu, Tuhan yang menerangi jiwa setiap manusia. Tanpa tuntunan Tuhan manusia tidak bisa berbuat apa-apa, dan untuk menemukan Tuhan dalam kehidupan kita maka manusia perlu memahami arti kehidupan mereka berada di dunia ini.

1.2     Rumusan Masalah
Dalam kehidupan di dunia ini yang nampak kebanyakan hanyalah urusan kepuasan duniawi, semua yang disuguhkan oleh manusia selalu terkesan mengejar kepuasan dan kenikmatan nafsu dunia belaka. Hanya sebagian kecil dan bisa dikatan jarang terlihat manusia sekarang ini yang sungguh-sungguh ingin memaknai hidup ini.
Dalam tulisan ini penulis akan memaparkan beberapa kajian tentang arti dan tujuan kehidupan di dunia ini. Semoga tulisa ini bisa menjadi renungan bagi pembaca untuk lebih memaknai kehidupan ini dan lebih bijak dalam menentukan setiap tindakan untuk melangkah kedepan.

1.3    Tujuan
1.      Memahami dan mengkaji arti kehidupan.
2.      Manyadarkan kita pentingnya kita memahami arti kehidupan.
3.      Mendekatkan kita pada Pencipta
4.      Menumbuhkan rasa tanggungjawab kita pada alam sebagia kesatuan dari hidup kita


1.4   Manfaat
Dalam makalah ini dipaparkan tentang  arti kehidupan, setelah kita membaca dan memahami isi dari makalah ini serta berusaha untuk memaknainya dalam hidup ini semoga kita sebagai manusia itu sendiri akan lebih bijak dalam menjalani kehidupan ini.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1   Perjalanan Manusia Selama Hidup dan Tugas-Tugasnya
a.  Kesadaran Sejati
Sebagaimana yang telah kita ketahui, kita bukanlah sekadar otak dengan tubuh fisik ini. Kita terdiri dari tubuh, jiwa dan roh. Roh kita berasal dari Tuhan, yang biasa disebut sebagai percikan atau dzat tuhan. Roh kitalah yang akan kembali kepada tuhan. Otak sebagai bagian dari tubuh fisik, bagian dari daging dan darah akan kembali ke asalnya, yaitu debu dan tanah. Jadi , dari sini dapat kita lihat bahwa diri sejati kita adalah roh kita.
Sebagai percikan yang berasal dari Tuhan, inti roh, yaitu hati nurani ( baca buku pertama dari seri: Ilmu Tertinggi, Yaitu Hati Nurani)
Selalu mengetahui kebenaran sejati, jauh melebihi apa yang dapat diketahui oleh otak manusia. Tidak saja cakupan pengetahuannya jauh lebih dalam segala hal dibandingkan dengan otak, tetapi hati nurani juga selalu mengetahui apa yang diinginkan Tuhan atas diri kita. Karena itu, apabila kita mau melihat diri kita dengan lebih baik kita harus melihat diri kita dari sudut kesadaran sejati kita dengan hati nurani.[1]

b.      Perjalanan Manusia
Memang kita dibatasi oleh kelima indera kita yang berfungsi hanya dalam dunia fisik ini. Tetapi kita harus menyadari bahwa tubuh fisik dengan kelima inderanya hanyalah bagian kecil dari diri kita secara keseluruhan yang juga terdiri atas jiwa dan roh. Sebenarnya, Tubuh fisik kita hanyalah bagian yang terkecil, yang paling terbatas dari diri kita secara keseluruhan. Jadi, dunia fisik yang sangat luas ini hanyalah bagian kecil dari ke alam semesta. Kehidupan kita di bumi ini hanyalah sebagian kecil dari seluruh perjalanan yang harus kita jalani.
            Setelah mengetahui berbagai hal di luar keberadaan fisik ini, sebagai diri sejati saya telah melihat perjalanan lengkap yang seharusnya di tempuh oleh setiap orang, yang berkaitan dengan alasan utama dari keberadaan kita di dunia ini, atau dapat juga kita sebut dengan kodrat manusia. Banyak manusia terperangkap oleh hal-hal yang fana ini dan menyia-nyiakan hidupnya hingga akhirnya terlambat, yaitu saat yang bersangkutan meninggal dunia. Walaupun kehidupan di bumi telah berakhir, semua yang dilakukannya di bumi masih harus dia pertanggung jawabkan.
            Dalam kesempatan ini, saya ingin membagi sekilas dari apa yang telah saya saksikan dan sadari sehubungan dengan:
·         Perjalanan kehidupan manusia di bumi dan setelah kematian.
·         Masalah yang banyak terjadi pada banyak orang setelah meninggal.
·         Cara yang terbaik untuk mencapai tujuan hidup.
Dengan mengetahui informasi ini dan merenungkannya, mudah-mudahan kita semuanya dapat lebih sadar akan tujuan utama dari keberadaan atau kelahiran kita di bumi ini, yaitu untuk lebih dekat kepada tuhan. Dengan kesadaran ini, niscaya kehidupan kita dapat diubah untuk hal-hal yang lebih baik yang akan memberikan kita berkat, cahaya dan kasih tuhan, tidak saja selama kita masih hidup di bumi, tetapi juga telah meninggal.[2]
c.       Perjalanan Hidup Manusia
Untuk menyadari betapa hidup ini hanyalah sesuatu yang sangat sementara, cobalah renungkan fakta sederhana ini: Sebelum anda lahir, anda belum ada di dunia. Anda mulai ada sejak kelahiran anda. Sebagai seorang bayi, anda ditimang dan dipeluk oleh orang tua anda hanya tinggal suatu kenangan. Saat-saat anda bermain riang bergembira dengan saudara-saudara dan teman-teman anda ketika waktu kecil juga tinggal kenangan.

d.      Tugas Dalam Hidup
Sejak kecil kita sudah harus bersekolah untuk memperlajari berbagai pengetahuan. Kita berlajar selama bertahun-tahun. Apabila kita anggap saja bahwa kebanyakan dari kita minimal sudah menamatkan pendidikannya hingga tingkat sekolah menengah Tingkat atas, kita telah berlajar selama 13 tahun.

e.       Kembali Kepada Tuhan Seutuhnya
Dalam kehidupan  sehari-hari “ Kembali kepada Tuhan” Biasanya diasosiasikan dengan meninggal. Seseorang dikatakan telah “kembali kepada Tuhan “ apabila yang bersangkutan telah meninggal. Tetapi, istilah saya “kembali kepada Tuhan seutuhnya” tidak ada kaitannya dengan meninggal. Yang saya maksud dengan istilah itu adalah tercapainya tujuan akhir dari perjalanan diri sejati. Berbagai kebudayaan dan agama menyebutnya dengan istilah yang berbeda-beda, misalnya surga, kembali kepada Tuhan, masuk kedalam kerajaan tuhan, menyatu dengan sang pencipta, dan sebagainya.
            Apabila seseorang telah dapat memenuhi seluruh tugasnya seutuh-utuhnya dan mencapai tujuan hidup yang sebenar-benarnya, diri sejati orang tersebut telah kembali kepada tuhan seutuhnya pada zaman dulu yang biasanya terjadi adalah bahwa orang tersebut lebur/lenyap, dan biasa disebut dengan istilah moksha. Hal ini dapat terjadi, karena yang bersangkutan telah dapat membuka hati dan diri seutuhnya kepada Tuhan sehingga seluruh dirinya larut dalam cahaya dan kasih tuhan.
            Menurut pengamatan siri sejati saya, pada zaman yang sangat khusus ini, kesempatan untuk kembali kepada Tuhan seutuhnya terbuka jauh lebih mudah daripada pada zaman-zaman sebelumnya. Pada zaman yang khusus ini, seseorang yang telah mempunyai hak untuk kembali kepada Tuhan seutuhnya tidak langsung lenyap. Yang bersangkutan masih harus membantu sesama untuk kembali kepada Tuhan sampai masa yang sangat-sangat khusus ini lewat.

   2.2 Manusia dan Tujuan Hidupnya
Manusia tidak lebih dari suatu bagian alam bendawi yang mengelilinnginya, oleh karena itu segala sesuatu yang terjadi pada diri manusia pun dapat di terangkan seperti cara-cara yang terjadi pada kejadiab-kejadian alamiah yaitu secara mekanis.  manusia itu hidup selama darahnya beredar dan jantungnya bekerja yang di sebabkan pengaruh mekanis dari hawa atmosfir.
Dengan demikian manusia yang hidup tiada lain adalah manusia yang anggota tubuhnya bergerak.  Dalam Islam, manusia itu walaupun secara fisik (mekanis) telah mati.
setiap manusia memiliki penhetahuan karena setiap manusia pernah mengalami sesuatu, dan setiap pengalamannya dapat dijadikan landasan pemikiran dan bertindak.  Dengan demikian, pada umumnya, manusia memiliki pengetahuan.  Akan tetapi, karena setiap manusia memiliki pengalaman yang berbeda-beda, tentu dalam menyelesaikan masalahnya, bersumber kepada pengalaman yang beragam, sehingga pengetahuan pun semakin banyak.
Selain itu, manusia juga mempunyai cita-cita dan tujuan hidup.  Hal itu di sebabkan, akal manusia melahirkan kebudayaan, mengubah benda –benda alam menjadi benda-benda budaya sesuai dengan kehendak dan kebutuhan hidupnya.  karena akal manusia menjadi bermoral dan menciptakan norma0norma hidup masyarakat.
Manusia merupakan mahluk yang derajatnya paling tinggi.Karena manusia memiliki potensi  akal budi, manusia menjadi mahluk bijaksana yang menjadi tujuan-tujuan (homo sapiens), mahluk yang pandai bekerja menggunakan alat, dan mahluk yang menyukai proses tanpa tujuan.  karena manusia mempunyai akal budi, maka manusia menjadi homo politikus yang akan mencari kebebasan dan cara merobos batas batasnya.  Selain itu juga manusia juga homo religius yang akan percaya kepada penentuan, percaya pada takdir, dan sebutan-sebutan lain yang diberikan kepada manusia.  Dengan kata lain, melalui akal budi  (aspek rohani), manusia melahirkan peradapan adat dan istiadat, sopan santun dalam pergaulan , norma sosila dan cara hidup bersama, ser ta dapat menghayati adanya Tuhan Yang Maha Esa.  kesemuanya itu, selalu berhubungan dengan kehidupan dan cita-cita serta tujuan hidup manusia.
Kehidupan manusia selau berubah, sangat bergantung pada pengharapan, cita-cita hidup,dan atau pengalaman kebahagiaan atau kesengsaraannyadalam bermasyarakat.  setiap manusia merupakan pendukung pengalaman hidup dan berkalompok sosialnya.  pendidikan memberikan makna arti yang luas dalam perubahan hidup manusia secara individu dan sosial, sejak manusia prinitif sampai menjadi manusia moderen.  Awalnya, tujuan hidup manusia hanya sekedar untuk mengisi perut, melindungi diri dan keluarga dari serangan binatang buas,
marabahaya dan sebagainya.  dan inilah arti pendidikan dalam linngkup sempit.

Atas dasar bentuk pengertian pendidikan inilah, makan pendidikan dimolai sejak manusia itu ada.  Maka jelas lah, bahwa perkembangan kehidupan manusia dalam masyarakat melalui 3 tahap perkembangan. yaitu:
1.  from savagery
2.  Through berbarism
3.   to civilization

Dalam tingkatan berperadapan inilah, manusia mengenal peralatan, molai dari menenetahui manpaat api atau membakar dan seterusnya.  Artinya, kebutuhan manusia semakin meningkat ,  tujuan hidupnya semakin jelas, yakni untuk mencapai kepuasan, kemakmuran, dan kebahagiaan hidup, baik dari diri sendiri maupun untuk keluarga dan masyarakat di sekitarnya , lahiriah maupun rohaniahnya.
Kini, manusia sudah hidup di jaman cybernetica atau abad ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuan hidup manusia juga semakin berkembang, tidak lagi hanya urusan perut, namun pada penguasaan teknologi untuk mencaru kepuasan.

2.3 Langkah Agar Kita Mencapai Hidup Yang Maksimal
Beberapa orang selalu menginginkan agar kehidupan yang akan datang lebih baik daripada kehidupan yang dijalaninya sekarang, baik itu kesuksesan dalam bekerja, mengapai karir, hubungan rumah tangga yang harmonis, serta jalinan social terhadap masyarakat luas dan sekitarnya. Tetapi itu semua seringkali terhalang oleh berbagai macam masalah yang kita hadapi setiap harinya dan yang lebih buruk lagi masalah itu datang dari diri kita sendiri, yang tentunya membuat semua itu jadi lebih sulit untuk diselesaikan. Oleh karena itu hidup secara maksimal akan membuat kita lebih bisa mendapatkan apa yang kita mau di masa kedepannya. Mulai sekarang janganlah berpikir secara sempit, hindari pola pikir yang sempit serta mulai sekarang berpikirlah dengan paradigma yang tentunya tidak pernah Anda ketahui sebelumnya ataupun baru Anda terima agar membuat hidup kita lebih maksimal.

Mari kita simak 7 langkah untuk kita yang ingin mendapatkan hidup yang maksimal antara lain sebagai berikut:
1.      Memperluas Wawasan dan pengetahuan kita. Disini yang dimaksudkan adalah pandangan hidup ataupun filosofi kehidupan yang sedang kita miliki perlu sekali kita tingkatkan agar kita mempunyai banyak sekali pandangan tentang kehidupan kita ini agar membuat semuanya lebih terlihat jelas. Dengan ini Anda akan memiliki pandangan jauh kedepan tentang bagaimana Anda akan menjalani hidup dimasa yang akan datang.
2.      Mengembangkan personality. Dalam ini Anda harus mempunyai pengetahuan tentang diri sendiri yang mana bisa diwujudkan dengan mengkoreksi apa yang ada dalam diri Anda tujuannya adalah bagaimana Anda dapat menilai kemampuan serta apa yang dirasakan tentang diri Anda tersebut. Itu akan meningkatkan kepercayaan diri dalam tindakan.
3.      Carilah kekuatan didalam pikiran dan ucapan Anda. Musuh terbesar Anda adalah pikiran. Pikiran tahu apa yang Anda rasakan, maka dari itu dengan mengendalikan pikiran akan berhasil memanipulasi seluruh aktifitas serta tindakan dalam kehidupan Anda. Pikiran tersebut mempunyai peranan yang sangat vital karena dapat menentukan sikap serta perilaku kita.
4.      Buanglah jauh pikiran tentang masa lalu, lepaskan masa lalu itu didalam pikiran Anda. Banyak orang yang sulit sekali melepas pikiran tentang masa lalu, tentunya itu akan menjadi sebuah penghambat yang sangat sulit. Dan jika Anda ingin menang dalam masalah ini , Anda sebaiknya tidak selalu memakai trauma yang terjadi masa lalu untuk menghilangkan pikiran-pikiran yang konyol yang bisa memperngaruhi Anda agar melakukan hal yang buruk.
5.      Berikan sentuhan positif terhadap hal terburuk yang ada dalam diri Anda. Mungkin Anda bisa biasakan untuk berkata “ Saya bisa saja gagal, namun dalam kegagalan itu saya mencoba untuk bangkit dan terus memperbaikinya” Dengan begitu hal terburuk Anda ketika malas untuk bangkit setelah mengalami kegagalan akan sedikit demi sedikit hilang karena adanya sentuhan pola piker positif tersebut.
6.      Memberikan apa yang sudah kita dapatkan dengan sukacita. Mungkin banyak orang yang sukar melakukan itu namun alangkah lebih baiknya kita memberikan sesuatu dengan sukacita karena hal itu membuat hidup kita lebih optimal dan yang pasti godaan akan mementingkan diri sendiri pun bisa kita hindari dengan mudah.
7.      Jadikanlah kebahagian yang ingin Anda raih menjadi kenyataan. Jika dengan mewujudkan kenyataan tersebut membuat hidup Anda menjadi lebih optimal mengapa tidak bukan? Jadi mulailah temukan kebahagiaan tersebut.



BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
manusia dapat dilihat dari berbagai segi. Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakalbudi atau makhluk yang mampumenguasai makhluk lain. Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu. Secara biologi, manusia diartikan sebagai sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.
Menurut Al-Ghazali (1954,J.1:53) tujuan hidup manusia yaitu tercapainya kebahagiaan. Sedangkan tujuan akhirnya ialah tercapainya kebahagiaan akhirat yang puncaknya yaitu dekat dengan Allah dengan cara bertemu dan melihat Allah yang di dalamnyaterdapatkenikmatan-kenikmatan yang menyeluruh yang tidak pernah diketahui oleh manusia ketika di dunia.
Pada hakikatnya Manusia dalam hidupnya mempunyai tujuan sebagai berikut;
  1. Tujuan hidup vertical yaitu beribadah kepada Allah SWT, hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Adz Dzariyaat ayat 56
  2. Tujuan hidup horizontal yaitu menjadi khalifah di muka bumi sesuai dengan surat Al-Baqarah ayat 30.
Al Qur’an menjelaskan bahwa kehidupan kini bukanlah akan berlalu tanpa akibat tetapi berlangsung dengan catatan atas semua gerak zahir dan batin
yang menentukan nilai setiap indivisu untuk kehidupan konkrit nantinya di alam akhirat, dimana kehidupan terpisah antara yang beriman dan yang kafir untuk selamanya. Dan berlombalah kepada keampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya sama dengan luas planet-planet dan Bumi ini, dijanjikan untuk para muttaqien. (QS 3/133)  Sungguh kami ciptakan manusia itu pada perwujudan yang lebih baik. Kemudian kami tempatkan dia kepada kerendahan yang lebih rendah.
Kecuali orang-orang beriman dan beramal shaleh, maka untuk mereka upah yang terhingga. QS 95/4-6)  Dengan keterangan singkat ini, jelaslah bahwa Al Qur’an bukan saja menjelaskan kenapa adanya hidup kini, tetapi juga memberikan arti hidup serta tujuannya yang harus dicapai oleh setiap diri. Keterangan Al Qur’an seperti demikian dapat diterima akal sehat dan memang hanyalah kitab suci itulah yang mungkin memberikan penjelasan demikian.

3.2 Saran
       Makalah ini masih jauh dari sempurna oleh karena itu, kritik dan saran untuk  membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini, semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.
            Agar para generasi muda bisa menempuh tujuan hidup yang sebenarnya, khususnya di negara Republik Indonesia ini . Maka dari itu kami mengajak saudara untuk memajukan generasi muda yang akan datang. Karena maju mundurnya suatu negara terletak di pundak para generasi muda















Daftar Pusaka
Effendi,irmansyah, mencapai tujuan hidup yang sebenarnya, Jakarta: PT Gramedia Pusaka Utama,2003




[1] Effendi,irmansyah, mencapai tujuan hidup yang sebenarnya, Jakarta: PT Gramedia Pusaka Utama,2003, hal. 7
[2] Effendi,irmansyah, mencapai tujuan hidup yang sebenarnya, Jakarta: PT Gramedia Pusaka Utama,2003, hal. 12
   










Translate