Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

featured-content

INDEKS

Makalah
INDEKS
Diajukan untuk Melengkapai Tugas Kearsipan


Oleh
Iskandar : 531202847
Slamet riyadi : 531202
Mukhlis : 531202845
Hijra tuddin : 531202842
                                                            Al azhap : 531202855                                 
Edi yusanto : 531202861


FAKULTAS ADAB JURUSAN ILMU PERPUSTAKAAN
INSTITUTE AGAMA ISLAM NEGERI AR-RANIRY
BANDA ACEH
2013



INDEKS
A.    Pengertian Indeks
            Dalam matematika, indeks merupakan notasi yang menunjuk pada unsur tertentu dalam suatu susunan unsur-unsur. Secara umum indeks adalah petunjuk yang sistematik kepada satuan-satuan yang terkandung di dalam, atau konsep yang diturunkan dari koleksi entitas atau basis data. Disamping itu, dalam pengertian praktis indeks juga dapat didefinisikan sebagai daftar referensi secara alfabetis yang biasanya terdapat pada bagian akhir sebuah buku. Dalam ilmu perpustakaan indeks mempunyai arti yang luas, yang secara umum dapat diartikan sebagai catatan mengenai nilai-nilai dari berbagai atribut yang diharapkan dapat digunakan sebagai dasar pencarian informasi. Apabila atribut yang dimaksud adalah subjek maka bentuk catatan tersebut adalah indeks subjek, dan apabila atribut yang dimaksud adalah pengarang maka bentuk catatan tersebut adalah indeks pengarang. Secara tradisional, sebagian besar upaya pengindeksan merupakan pengindeksan subjek.
            Dalam Harrod’s Librarian’s Glossary and Reference Book istilah indeks (index term) didefinisikan sebagai bahasa yang digunakan dalam indeks subjek yang merupakan bagian dari sistem temu kembali informasi, terdiri dari susunan istilah yang alphabetis atau variasi dari istilah tersebut. Dalam sistem temu kembali informasi, dokumen dinyatakan dalam himpunan istilah indeks dengan hubungan semantik antar istilah. Sebagai representasi dokumen indeks diharapkan dapat menggambarkan informasi yang terkandung dalam dokumen sehingga dokumen yang diindeks dapat ditemukan melalui istilah indeks yang dipergunakan
            Dalam pengertian lain, Indeks ialah suatu daftar kata-kata penting dalam suatu buku, dimana tercantum setelah daftar rujukan sebelum lampiran-lampiran (jika ada), atau biasanya juga terdapat pada halaman akhir buku.
Selain kartu katalog dan indkes dalam sebuah buku ada tiga jenis indkes lain, yaitu :
1.      Indeks literature yang ada dalam majalah – mahalah
2.      Indeks literature yang ada dalam surat - surat kabar
3.      Indeks literature yang berupa buku - buku atau bentuk bahan pustaka lain.
Pada umumnya indkes diterbitkan dalam bentuk majalah atau periodical. Pencari informasi lebih menyukai informasi yang didapat dalam jurnal karena:
1.      Informasi mengenai subjek khusus terutama dalam bidang ilmu dan teknologi, statistik, politik, ekonomi, banyak terdapat dalam jurnal
2.      Subejk atau masalah baru atau yang jarang dibahas, lebih banyak dimuat dalam jurnal dibandingkan dalam buku
3.      Isi buku atau bagian dari buku, sering kali pada mulanya muncul dalam suatu jurnal sebelum diterbitkan secara utuh dalam bentuk sebuah buku
4.      Literatur profesi merupakan pelengkap jurnal yang biasanya dikelola oleh dosen, ilmuwan, doctor, ahli - ahli atau pakar dalam suatu bidang.
            Untuk menelusur artikel yang bersifat popular, paling sedikit ada tiga sumber yang akan sangat membantu, yaitu Reader’s Guide to Periodical Literature, Access dan Popular Periodical Index. Jika sudah ditemukan artikel yang dibutuhkan dalam suatu indeks, maka setidaknya tiga unsure yang perlu dicatat dari keterangan yang diberikan :
1.      Judul jurnal
2.      Tanggal penerbitan jurnal
3.      Nomor halaman artikel dalam jurnal.









Contoh Indeks dalam konteks berita online.
Tanggal: 21 juni 2013
Sumber : www.serambi indonesia.com

Halaman 1
  1. Jumat, 21 Juni 2013 23:24
  1. Jumat, 21 Juni 2013 23:19
  1. Jumat, 21 Juni 2013 22:43
  1. Jumat, 21 Juni 2013 22:37
  1. Jumat, 21 Juni 2013 22:24
  1. Jumat, 21 Juni 2013 21:29
  1. Jumat, 21 Juni 2013 21:01
  1. Jumat, 21 Juni 2013 20:58
Halaman 2
  1. Jumat, 21 Juni 2013 10:57
  1. Jumat, 21 Juni 2013 10:55
  1. Jumat, 21 Juni 2013 10:53
  1. Jumat, 21 Juni 2013 10:50
  1. Jumat, 21 Juni 2013 10:49
  1. Jumat, 21 Juni 2013 10:48
  1. Jumat, 21 Juni 2013 10:44
  1. Jumat, 21 Juni 2013 10:43
  1. Jumat, 21 Juni 2013 10:41
  1. Jumat, 21 Juni 2013 10:40
  1. Jumat, 21 Juni 2013 10:38
Tanggal : 22 juni 2013
Halaman 1
  1. Sabtu, 22 Juni 2013 21:59
  1. Sabtu, 22 Juni 2013 20:36
  1. Sabtu, 22 Juni 2013 19:33
  1. Sabtu, 22 Juni 2013 17:24
  1. Sabtu, 22 Juni 2013 16:37
  1. Sabtu, 22 Juni 2013 16:35
  1. Sabtu, 22 Juni 2013 16:34
  1. Sabtu, 22 Juni 2013 16:32
  1. Sabtu, 22 Juni 2013 16:29
  1. Sabtu, 22 Juni 2013 16:26
  1. Sabtu, 22 Juni 2013 16:25
Halaman 2
  1. Sabtu, 22 Juni 2013 15:38
  1. Sabtu, 22 Juni 2013 15:37
  1. Sabtu, 22 Juni 2013 15:33
  1. Sabtu, 22 Juni 2013 15:32
  1. Sabtu, 22 Juni 2013 15:29
  1. Sabtu, 22 Juni 2013 15:29
  1. Sabtu, 22 Juni 2013 15:27
  1. Sabtu, 22 Juni 2013 15:25
  1. Sabtu, 22 Juni 2013 15:23
  1. Sabtu, 22 Juni 2013 15:20
  1. Sabtu, 22 Juni 2013 15:19

Tanggal: 23 juni 2013-06-24
Sumber : www.serambi indonesia.com 
Halaman 1
  1. Minggu, 23 Juni 2013 21:38
  1. Minggu, 23 Juni 2013 21:17
  1. Minggu, 23 Juni 2013 21:15
  1. Minggu, 23 Juni 2013 21:12
  1. Minggu, 23 Juni 2013 19:01
  1. Minggu, 23 Juni 2013 18:57
  1. Minggu, 23 Juni 2013 18:03
  1. Minggu, 23 Juni 2013 17:46
  1. Minggu, 23 Juni 2013 17:36
  1. Minggu, 23 Juni 2013 15:16
  1. Minggu, 23 Juni 2013 15:11
Halaman 2
  1. Minggu, 23 Juni 2013 10:19
  1. Minggu, 23 Juni 2013 10:16
  1. Minggu, 23 Juni 2013 10:13
  1. Minggu, 23 Juni 2013 10:09
  1. Minggu, 23 Juni 2013 09:50
  1. Minggu, 23 Juni 2013 09:49
  1. Minggu, 23 Juni 2013 09:40
  1. Minggu, 23 Juni 2013 09:39
  1. Minggu, 23 Juni 2013 09:39
  1. Minggu, 23 Juni 2013 09:34
  1. Minggu, 23 Juni 2013 09:33
  1. Minggu, 23 Juni 2013 09:28
  1. Minggu, 23 Juni 2013 09:25
  1. Minggu, 23 Juni 2013 09:19
  1. Minggu, 23 Juni 2013 09:16
  1. Minggu, 23 Juni 2013 09:15
  1. Minggu, 23 Juni 2013 09:08
  1. Minggu, 23 Juni 2013 09:04
  1. Minggu, 23 Juni 2013 09:03


ORGANIZING




Makalah  Manajemen Perpustakaan

ORGANIZING

Disusun
Oleh:
Kelompok 1





Maisura  (531202830)
Indri Nadia (531202850)
Ismanidar (531202837)
Mukhlis (531202845)















FAKULTAS ADAB  DAN HUMANIORA
JURUSAN ILMU PERPUSTAKAAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI AR-RANIRY
BANDA ACEH
2014



KATA PENGANTAR
            Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Swt, Karena rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan dan dapat menyusun makalah yang berjudul “Organizing”. Dengan harapan semoga makalah ini bisa bermanfaat dan menjadikan referensi bagi kita semua. Makalah ini juga sebagai persyaratan guna memenuhi tugas kelompok mata kuliah Manajemen Perpustakaan.
            Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan penyusunan makalah ini. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna. Oleh karen itu, penulis mengharapkan saran dan kritik membangun yang dtunjukan demi kesempurnaan makalah ini. semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi semua pihak.

Banda Aceh,    April
                                                                                                                      Penulis

­­­­­­­­









DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................................ i
DAFTAR ISI........................................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................ ...... 1
1.1.   Latar Belakang ................................................................................................ 1
1.2.   Rumusan Masalah...................................................................................... ...... 1
1.3.   Tujuan .............................................................................................................. 1
BAB II LANDASAN TEORITIS...................................................................................... 2
2.1.   Pengertian Organizing...................................................................................... 2
2.2.   Tujuan Organizing..................................................................................... ...... 2
BAB III PEMBAHASAN................................................................................................... 4
3.1.  Prinsip-Prinsip Organizing......................................................................... ...... 4
3.2.  Proses Organizing............................................................................................. 4
3.3.  Komponen-Komponen Organizing ................................................................. 5
3.4.  Kegiatan Organizing ........................................................................................ 6
3.5.  Hambatan Organizing ...................................................................................... 7
3.6.  Yang Bertanggung Jawab Atas Organizing .................................................... 8
BAB IV PENUTUP............................................................................................................. 9
4.1. Kesimpulan................................................................................................ ...... 9
4.2. Saran.......................................................................................................... ...... 9
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................. ...... 10





                                                                              BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
            Pada masa modern sekarang ini sangat jelas bahwa sumber daya manusia termasuk sumber daya terbesar dalam berbagai instalasi atau perusahaan-perusahaan. Dahulunya  sumber daya alam menjadi ukuran kekayaan bangsa,pada kenyataan sekarang SDA bukanlah satu-satunya syarat kesuksesan yang menjadi pionir pertama yang mungkin dianggap oleh semua orang .
            Disini urgensi SDM dan bagaimana mengelolanya dari hari ke hari semakin penting sebab itulah titik tolak dalam kompetisi untuk meningkatan  keseimbangan dari hari ke hari. Dengan suasana seperti ini pembahasan organizing  sebagai salah satu fungsi manajemen sangatlah penting,dengan adanya organizing mampu merekrut SDM yang handal sekaligus memperdayakan SDA yang ada.
            Pengorganisasian membantu problematika pekerjaan yang tetap kompetitif dalam dunia yang terus berubah, organizing mampu menetapkan tugas-tugas dan mengelompokkan tugas-tugas kepada orang yang tepat, serta mampu mengalokasikan sumberdaya dan penyebaran sumberdaya organisasi untuk meraih tujuan-tujuan strategis.

1.2 Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan organizing ?
2.      Apa saja prinsip dan bagaimana proses organizing ?
3.      Apa-apa saja komponen organizing ?
4.      Siapa yang bertanggung jawab atas organizing ?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan pembuatan makalah ini antara lain:
1.      Memahami tentang pengertian organizing
2.      Dapat mengetahui prinsip-prinsip organizing dan bagaimana proses organizing
3.      Mengetahui komponen-komponen organizing
4.      Dapat mengaplikasikan organizing didalam perpustakaan guna untuk memudahkan kegiatan-kegiatan perpustakaan serta dapat mengetahui siapa orang yang bertanggung jawab dalam organizing.


BAB II
LANDASAN TEORITIS

2.1 Pengertian Organizing
            Organizing (pengorganisasian) adalah sistem kerjasama sekelompok orang, yang dilakukan dengan pembidangan dan pembagian seluruh pekerjaan/tugas dengan membentuk sejumlah satuan atau unit kerja, yang menghimpun pekerjaan sejenis dalam satu-satuan atau unit kerja. Kemudian dilanjutkan dengan menetapkan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, diikuti dengan mengatur hubungan kerjanya, baik secara vertikal, horizontal maupun diagonal.[1]
Pengorganisasian adalah tugas yang dilakukan oleh seorang manajer untuk mengatur dan menghubungkan pekerjaan yang akan dilaksanakan sehingga pekerjaan itu dapat dilaksanakan secara paling efektif.[2]
            Organizing –Mengorganisir- adalah proses pengelompokan kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan-tujuan dan penugasan setiap kelompok kepada seorang manajer, yang mempunyai kekuasaan yang perlu untuk mengawasi anggota-anggota kelompok.[3]
            Pengorganisasian merupakan fungsi manajemen yang mengelompokkan orang dan memberikan tugas, menjalankan tugas misi karena terbatasnya kemampuan seseorang dan meningkatkan volume pekerjaan dalam suatu perusahaan yang bertumbuh, perlu adanya pembagian pekerjaan itu maka muncullah bagian-bagian di dalam perusahaan.[4]
            Jadi dari pengertian di atas kesimpulannya adalah Organizing merupakan proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi.

2.3 Tujuan Organizing
            Tujuan pengorganisasian adalah agar dalam pembagian tugas dapat dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab. Dengan pembagian tugas diharapkan setiap anggota organisasi dapat meningkatkan keterampilannya secara khusus (spesialisasi) dalam menangani tugas-tugas yang dibebankan. Apabila pengorganisasian itu dilakukan secara serampangan, tidak sesuai dengan bidang keahlian seseorang, maka tidak mustahil dapat menimbulkan kegagalan dalam penyelenggaraan pekerjaan itu.
            Ada beberapa tujuan pengorganisasian, yaitu:
1. Membantu koordinasi
            Memberi tugas pekerjaan kepada unit kerja secara koordinatif agar tujuan organisasi dapat melaksanakan dengan mudah dan efektif. Koordinasi dibutuhkan tatkala harus membagi unit kerja yang terpisah dan tidak sejenis, tetapi berada dalam satu organisasi.
2. Memperlancar pengawasan
            Membantu pengawasan dengan menempatkan seorang anggota manajer yang berkompetensi dalam setiap unit organisasi. Dengan demikian sebuah unit dapat ditempatkan di dalam organisasi secara keseluruhan sedemikian rupa agar dapat mencapai sasaran kerjanya walaupun dengan lokasi yang tidak sama. Unit-unit operasional yang identik dapat disatukan dengan sistem pengawasan yang identik pula secara terpadu.
3. Maksimalisasi manfaat spesialisasi
            Membantu seorang menjadi lebih ahli dalam pekerjaan-pekerjaan tertentu. Spesialisasi pekerjaan dengan dasar keahlian dapat menghasilkan produk yang berkualitas tinggi, sehingga kemanfaatan produk dapat memberikan kepuasan dan memperoleh kepercayaan masyarakat pengguna.
4. Penghematan biaya
            Tumbuh pertimbangan yang berkaitan dengan efisiensi. Dengan demikian pelaku organisasi akan selalu berhati-hati dalam setiap akan menambah unit kerja baru yang notabene  menyangkut penambahan tenaga kerja yang relatif banyak membutuhkan biaya tambahan berupa gaji/upah. Penambahan unit kerja sebaiknya dipertimbangkan berdasarkan nilai sumbangan pekerja baru dengan tujuan untuk menekan upah buruh yang berlebihan.
5. Meningkatkan kerukunan hubungan  antar manusia
            Masing-masing pekerja antar unit kerja dapat bekerja saling melengkapi, mengurangi  kejenuhan, menumbuhkan rasa saling membutuhkan, mengurangi pendekatan materialistis. Untuk ini pihak  manajer harus mampu mengadakan pendekatan sosial dengan penanaman rasa solidaritas dan berusaha menampung serta menyelesaikan berbagai perbedaan yang bersifat individual.[5]

BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Prinsip-Prinsip Organizing
            Prinsip-prinsip organizing yang membantu dalam hal pengidenfikasian, pembagian, dan pengelompokan kerja adalah sebagai berikut:
1.      Laksanakan persiapan dan pelaksanaan rencana operasi dengan cermat.
2.      Organisasilah fakta-fakta manusia dan bahan-bahan demikian rupa, hingga mereka konsisten dengan sasaran sumber-sumber daya dan tuntutan-tuntutan perusahaan.
3.      Tetapkanlah sebuah otoritas tunggal, yang kompeten, enerjetik, dan yang mampu membina struktur manajemen formal.
4.      Laksanakan koordinasi semua kegiatan dan upaya.
5.      Rumuskan keputusan-keputusan yang jelas yang bersifat khas dan tepat.
6.      Laksanakan seleksi secara efisien, demikian rupa, hingga setiap departemen dipimpin oleh seorang manajer yang kompeten, enerjetik, dan para karyawan ditempatkan pada jabatan dimana mereka dapat berperan semaksimal mungkin.
7.      Rumuskan tugas-tugas.
8.      Rangsanglah inisiatif dan tanggung jawab.
9.      Tetapkanlah imbalan layak dan cocok untuk jasa-jasa karyawan.
10.  Manfaatkan sanksi-sanksi apabila terjadi kesalahan-kesalahan.
11.  Pertahankan disiplin.
12.  Upayakan agar semua kepentingan individual konsisiten dengan kepentingan umum organisasi yang bersangkutan.
13.  Laksanakan prinsip kesatuan perintah.
14.  Upayakan adanya koordinasi bahan-bahan dan manusia.
15.  Tetapkan dan laksanakan berbagai macam kontrol.
16.  Hindarilah regulasi (berlebihan), red tape (prosedur yang berbelit-belit yang tidak efesien), dan pekerjaan administratif yang bertele-tele. [6]

3.2 Proses Organizing
            Proses organizing (pengorganisasian) dapat tercapai dengan melalui langkah-langkah berikut:
1.      Pahamilah sasaran-sasaran untuk apa kita meleksanakan kegiatan pengorganisasian.
2.      Laksanakan pembagian pekerjaan menjadi aneka macam kegiatan, guna meraih keuntungan dari spesialisasi pekerjaan.
3.      Laksanakan kombinasi kegiatan-kegiatan dalam kesatuan yang logikal atau departemen-departemen yang didasarkan atas teknologi dan tugas-tugas yang akan dilaksanakan.
4.      Tetapkan siapa saja yang akan melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut., berdasarkan kualifikasi dan kemampuan karyawan yang ada.
5.      Sediakanlah sebuah tempat kerja yang sesuai, disertai fasilitas yang memadai dengan apa para karyawan akan bekerja.
6.      Laksanakan pendelegasian otoritas yang sesuia dan jelaskan tanggung jawab setiap orang hingga hubungan-hubungan antara para karyawan dapat dipahami oleh semua tanpa kecuali.[7]

3.3 Komponen-Komponen Pengorganisasian
            Ada empat komponen-komponen nyata dari  pengorganisasian, dan komponen-komponen itu dapat diingat  dengan perkataan “WERE”, yang berarti “Work, Employes, Relationships, and Environment”.
1.      Pekerjaan. Fungsi yang akan dijalankan berasal dari tujuan-tujuan yang dinyatakan itu. Mereka merupakan landasan bagi organisasi. Fungsi-fungsi itu dipisah-pisahkan dalam sub fungsi –subf fungsi dan seterusnya dalam sub-sub fungsi. Hal ini dilakukan karena: (a.) pembagian pekerjaan di kalangan sebuah kelompok menghendaki, bahwa pekerjaan itu harus dibagi-bagi dan (b) spesialisasi pekerjaan mengharuskan satuan-satuan tugas yang kecil-kecil.
2.      Pegawai-pegawai. Kepada setiap orang ditugaskan suatu bagian khusus dari pekerjaan keseluruhannya. Lebih disukai, kalau penugasan itu akan memberikan pengakuan sepenuhnya kepada perhatian pegawai itu, prilakunya, pengalamannya dan kecakapannya. Pengakuan ini adalah vital dalam mengorganisir.
3.      Hubungan-hubungan. Ini merupakan kepentingan utama dalam pengorganisasian. Hubungan seorang pegawai dengan pekerjaan, interaksi seorang pegawai dengan yang lain dan dari satuan unit pekerjaan dengan unit pekerjaan lain, merupakan isu-isu yang menentukan pengorganisasian. Keselarasan dan kesatuan usaha mungkin hanya kalau hubungan-hubungan ini baik. Kebanyakan persoalan dalam pengorganisasian, sampai beberapa jauh, menyangkut kesulitan-kesulitan hubungan.
4.      Lingkungan. Komponen nyata terakhir ini dari pengorganisasian mencakup alat-alat fisik dan iklim umum, dalam mana para pegawai akan melaksanakan pekerjaan. Lokasi, peralatan, meja-meja, fomulir-fomulir, penerangan, semangat umum, dan, sikap-sikap adalah contoh-contoh dari faktor-faktor yang membentuk lingkungan. [8]

3.4  Kegiatan Organizing
1.      Mengembangkan struktur organisasi
Struktur organisasi adalah cara suatu aktifitas organisasi di bagi,di organisasi,dan di koordinasikan untuk mengidentifikasi dann mengelompokkan pekerjaan-pekerjaan yang akan di laksanakan.
2.      Mengkoordinasi
Mengkoordinasi adalah proses mengintergrasi  sasaran-sasaran aktivitas dari unit kerja yang terpisah (departemen atau area fungsional) agar dapat merealisasi sasaran organisasi secara efektif sehingga mencapai organisasi .
3.      Mendisain organisasi
mendisain organisasi adalah proses cara memilih suatu struktur organisasi yang cocok terhadap suatu strategi tertentu dan lingkungan tertentu, yang sangat krusial terhadap kelangsungan hidup organisasi.
4.      Mendelegasikan
tugas yang dilakukan oleh seorang manajer untuk mempercayakan tanggung  jawab dan wewenang kepada orang-orang lain dan menciptakan pertanggung jawaban atas hasil-hasil pekerjaan.
5.      Menetapkan hubungan
Tugas yang dilakukan oleh seorang manajer untuk menciptakan kondisi-kondisi yang perlu untuk usaha-usaha kerja sama antara semua orang.
6.      Wewenang
7.      Kekuasaan dan hak yang di berikan pada suatu posisi
8.      Pertanggungjawaban
9.      Kewajiban melakasanakan tanggung jawab dan mempergunakan wewenang sesuai dengan norma-norma pelaksanaan yang telah di tetapkan.
10.  Adanya spesiasasi dan pembagian
11.  Adanya rentang kendali yang sesuai dengan kemampuan sporfisi seseorang
12.  Adanya unsur lain dan staf. [9]

            Apabila manajer sudah menetapkan tujuan dan membuat rencana/program untuk mencapainya, ia harus segera merancang dan mengembangkan organisasi yang akan dapat melaksanakan program itu dengan baik. Tujuan yang berbeda  akan membutuhkan jenis organisasi yang berbeda untuk mencapainya.
            Sebagai contoh, organisasi yang bertujuan mengembangkan perangkat lunak komputer akan berbeda jauh dengan yang ingin memproduksi blue jeans yang membutuhkan teknik ban berjalan yang efesien, sedangkan penulisan program komputer membutuhkan tenaga profesional, seperti analisis sistem, programer, atau paling tidak operator. Walaupun mereka harus berinteraksi secara efektif, orang-orang seperti itu tidak dapat diorganisasi seperti ban berjalan. Jadi manajer harus memiliki kemampuan untk menentukan jenis organisasi apa yang akan dibutuhkan untuk mencapai seperangkat tujuan tertentu, dan mereka harus mempunyai kemampuan untuk mengembangkan jenis organisasi itu serta memimpinnya.[10]

3.5 Hambatan dalam Organizing
            Setiap organisasi akan mendapatkan hambatan dan rintangan dalam menciptakan, mempertahankan, dan mengembangkan kerja sama dalam suatu organisasi, di antaranya adalah sebagai berikut:
1.      Budaya birokrasi, yang dilaksanakan dan dikembangkan secara berlebih-lebihan, dengan memberlakukan secara ketat hubungan kerja berdasarkan jabatan, posisi, kepangkatan dan esselonisasi.
2.      Para pimpinan sebagai pejabat struktural pada setiap jenjang jabatan membatasi diri pada hubungan kerja formal dan menghindari hubungan kerja informal.
3.      Forum komunikasi dan koordinasi yang longgar dan tidak terikat pada formalitas kurang didayagunakan.
4.      Usaha saling melakukan pendekatan secara informal, dengan saling membantu dan saling menunjang dalam melaksanakan pekerjaan.
5.      Analisis pekerjaan/jabatan (Job Analysis) tidak dilakukan sehingga deskripsi pekerjaan menjadi tidak jelas, mudah terjadi tumpang tindih wewenang dan tanggung jawab.[11]

3.6  Orang yang Bertanggungjawab atas Organizing
            Apabila banyak orang yang terlibat dalam pelaksanaan tindakan besar dan koordinasi, maka pertanyannya yang muncul apa yang dilakukan dan siapa yang melakukan. Jika ini dibiarkan begitu saja maka yang lebih kuat akan merajai. Hasil mungkin tercapai tetapi terlalu pemborosan  dan mengorbankan banyak orang maka cara yang lebih baik ialah menetapkan lebih dahulu apa yang harus dikerjakan untuk mencapai sasaran, kemudian menetapkan tugas-tugas penting sehingga dapat dilaksanakn dengan paling efektif  oleh orang-orang yang bertanggung jawab untuk melaksanakannya.
            Dalam pengorganisasian, manajer menentukan bersama timnya, seluruh pekerjaan yang harus di lakukan untuk mencapai  keseluruhan sasaran yang telah di tetapkan. Dengan mempertimbangkan nasihat kelompok pembantunya, dia memutuskan posisi-posisi mana yang perlu diciptakan, dan apa tugas setiap orang yang akan ditempatkan pada masing-masing posisi itu. Dengan bekerja sama dengan atasannya dan kelompok-kelompok lain, dia mengatur dan membuat hubungan antara tugas-tugas yang telah diciptakan sehingga terbentuk posisi-posisi, unit-unit, dividi-dividisi, dan departemen-departemen serta komponen-komponen organisasi lainnya yang efesien dan berimbang.[12]


BAB IV
PENUTUP
4.1    Kesimpulan
1.      Organizing merupakan proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi.
2.      Komponen-Komponen Pengorganisasian:
1)      Pekerjaan
2)      Pegawai
3)      Hubungan-hubungan
4)      Lingkungan
3.      Dalam pengorganisasian, manajer menentukan bersama timnya, seluruh pekerjaan yang harus di lakukan untuk mencapai  keseluruhan sasaran yang telah di tetapkan. Dengan mempertimbangkan nasihat kelompok pembantunya, dia memutuskan posisi-posisi mana yang perlu di ciptakan, dan apa tugas setiap orang yang akan  ditempatkan pada masing-masing posisi itu.

4.2    Saran
            Akhirnya, sesuai dengan kata pepatah “tiada gading yang tak retak”, penulis mengharapkan saran dan kritik, khususnya dari teman seprofesi dan dosen pemimbing. Penulis menyadari bahwa apa yang telah dibuat penulis masih banyak kekurangan, oleh karena itu masih diperlukan lagi pengembangan lebih lanjut untuk perbaikan ke depan.


DAFTAR PUSTAKA

Amin Widjaja Tunggal, 1993, Manajemen Suatu Pengantar, Jakarta: Rineka Cipta.
George R. Terry dan Leslie W. Rue, 1992, Dasar-Dasar Manajemen, Jakarta: Bumi Aksara.
Hadari Nawawi, 2003, Manajemen Strategik, Yokyakarta: Gadjah Mada University Press.
J.Winardi, 2004, Manajemen Perilaku Organisasi, Jakarta: Kencana.
James A. F. Stoner-Stoner Sirait, 1996, Manajemen, Jakarta: Erlangga.
Louis A. Allen, 1990, Profesi Manajemen, Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama.
Pandji Anoraga, 2009, Manajemen Bisnis, Jakarta: Rineka Cipta.






[1] Hadari Nawawi, Manajemen Strategik, (Yokyakarta: Gadjah Mada University Press, 2003), hal. 64
[2] Louis A. Allen, Profesi Manajemen, (Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama, 1990), hal. 159
[3]George R. Terry dan Leslie W. Rue, Dasar-Dasar Manajemen, Jakarta: Bumi Aksara, 1992, hal. 82
[4] Pandji Anoraga, Manajemen Bisnis, (Jakarta: Rineka Cipta, 2009), hal. 117
[6] J.Winardi, Manajemen Perilaku Organisasi, (Jakarta: Kencana, 2004) hal. 60
[7] J.Winardi, Manajemen Perilaku Organisasi, (Jakarta: Kencana, 2004), hal. 62
[8] George R. Terry dan Leslie W. Rue, Dasar-Dasar Manajemen, Jakarta: Bumi Aksara, 1992, hal. 88
[9] Amin widjaja tunggal, manajemen suatu pengantar, (Jakarta: Rineka Cipta, 1993), hal. 215.
[10] James A. F. Stoner-Stoner Sirait, Manajemen, (Jakarta: Erlangga, 1996), hal. 19
[11] Hadari Nawawi, Manajemen Strategik, (Yokyakarta: Gadjah Mada University Press, 2003), hal. 66
[12] Louis A. Allen, Profesi Manajemen, (Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama, 1990), hal. 159

Translate